Mercury Bioremediation Using Indigenous Bacterial from Gold Mining Waste in Tumpang Pitu, Banyuwangi

Saundra Rosallina Lutfi, Wignyanto Wignyanto, Evi Kurniati
  JTP, pp. 15-24  

Abstract


Limbah merkuri merupakan suatu limbah berbahaya yang sering digunakan sebagai proses amalgamasi dalam penambangan emas. Dampak dari merkuri akan semakin meningkat terlebih para penambang tidak pernah mengolah limbah merkuri tersebut sebelum dibuang ke lingkungan, sehingga diperlukan suatu metode untuk menjadikan limbah merkuri tersebut tidak beracun atau bahkan hilang. Salah satu metode yang dapat dilakukan yaitu melakukan proses bioremediasi. Pada penelitian ini, proses bioremediasi dilakukan dengan menggunakan bakteri indigenous yang diisolasi dari limbah penambangan emas Tumpang Pitu, Banyuwangi. Bakteri indigenous tersebut didapatkan dengan mengambil sampel berupa sedimen dan sampel cair dari penambangan emas, dan kemudian dilakukan proses isolasi dan seleksi menggunakan merkuri dengan kadar 0-130 ppm. Proses ini untuk mendapatkan bakteri yang resisten terhadap kadar merkuri tertinggi dan mampu untuk melakukan proses degradasi merkuri terbaik. Selanjutnya, dilakukan proses identifikasi bakteri yang terbukti mampu untuk melakukan proses bioremediasi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan bakteri indigenous dari limbah penambangan emas pada proses bioremediasi limbah merkuri di suatu lingkungan sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri jenis Morganella morganii yang resisten terhadap merkuri dan mampu melakukan bioremediasi merkuri hingga mencapai 92.46%


Keywords


Bioremediasi, Isolasi Bakteri, Merkuri, Morganella morganii

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.