Bioactive Component, Antioxidant Activity, and Fatty Acid Profile of Red Beewort (Acorus sp) and White Beewort (Acorus calamus)

Ariya Sofyan, Eko Widodo, Halim Natsir
  JTP, pp. 173-180  

Abstract


Jeringau merah (Acorus sp) dan jeringau putih (Acorus calamus) merupakan tanaman dari famili Araceae yang rimpangnya dijadikan bahan obat-obatan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif sehingga kerusakan sel akan dihambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa bioaktif, aktivitas antioksidan dan profil asam lemak pada jeringau merah dan jeringau putih sehingga dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan, pakan serta sebagai sumber antioksidan alami. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rimpang jeringau merah dan jeringau putih. Hasil analisis menunjukan kandungan flavonoid dan aktivitas antioksidan (IC50) pada jeringau merah masing-masing sebesar 33,76 % b/b dan 0,22 mg/ml sedangkan tepung rimpang jeringau putih sebesar 3,84 % b/b dan 0,49 mg/ml. Jenis asam lemak yang dominan menyusun fraksi lipida rimpang jeringau merah dan jeringau putih adalah laurat dan palmitat (unsaturated fatty acid). Asam lemak jenuhnya terdiri dari tujuh macam asam lemak dengan asam palmitat sebagai komponen utamanya. Sementara itu pada rimpang jeringau merah mengandung asam linoleat sedangkan pada jeringau putih tidak ada. Penelitian ini menunjukkan bahwa rimpang jeringau merah dan jeringau putih dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan, pakan serta sebagai sumber antioksidan alami


Keywords


jeringau; antioksidan; flavonoid; asam lemak

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.