OPTIMALISASI KINERJA RANTAI PASOKAN DAN RANTAI NILAI TEMBAKAU KASTURI (VOOR OOGST) DI KABUPATEN JEMBER

Rita Zachratul Jannah, Hariadi Subagja, Hari Rujito

Abstract


Tujuan dari penelitian adalah untuk menggambarkan dan menganalisis kinerja rantai pasok dan rantai nilai Tembakau Kasturi di Kabupaten Jember. Metode penelitian menggunakan analisis pemetaan rantai nilai, analisis integrasi pasar dan Analisis hierarki proses. Hasil penelitian menunjukan bahwa hambatan yang terjadi pada rantai nilai Tembakau Kasturi berdasarkan temuan lapang dapat didentifikasi sebagai berikut: Kurangnya penerapan  Good Tobacco Practices (GTP), Biaya usaha tani yang besar, Kurangnya modal, Kelembagaan petani yang tidak solid, Ketidakseimbangan jenis pasokan dan jenis kebutuhan tembakau, Biaya transportasi dan tenaga kerja tinggi, Kurangnya teknologi pengeringan, Tidak ada kepastian harga dan pasar, Rantai pemasaran yang panjang, Struktur pasar yang monopsoni, Akses pasar terbatas asimetri informasi. Hambatan yang terjadi dalam rantai nilai Tembakau Kasturi merupakan suatu tantangan yang harus dipetakan, diidentifikasi dan diberi solusi terbaik yang mencakup semua stakeholder yang ada di sepanjang rantai nilai Tembakau Kasturi. Solusi yang dapat diambil untuk memecahkan permasalahn tersebut adalah sbb: Pelatihan good tobacco practice, Bantuan permodalan petani, Pemberdayaan kelembagaan petani, Peran pemerintah dan APTI melakukan pengawasan dalam pemberdayaan kelembagaan dan kemitraan, Kepastian harga dan pasar, Membentuk pola pemberdayaan & kemitraan, Law enforcement. Dalam penelitian ini menunjukkan nilai error correction model (ECM) sebesar β2 = 0.15 Hal ini menginterpretasikan bahwa penyesuaian pada kondisi equilibrium variabel harga produsen Tembakau Kasturi adalah sebesar 6 minggu. Dengan menggunakan model  variance equation  dapat diketahui volatilitas yang terjadi pada harga Tembakau Kasturi yang merupakan hasil penjumlahan antara kedua koefisien ARCH dan GARCH yaitu sebesar 0.545043. Berdasarkan tolak ukur pengukuran dari hasil penjumlahan yang kurang dari 1 menunjukkan bahwa adanya  low volatility. Pada hasil penelitian menggunakan analisis hierarki proses (AHP) kepastian harga merupakan prioritas yang paling penting. Sedangkan alternatif strategi yang dapat diterpkan yaitu pemberdayaan petani dan pengembangan kemitraan.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Teknologi Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.