https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/issue/feed Jurnal Teknologi Pertanian 2022-12-30T10:37:08+00:00 Irnia Nurika jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com Open Journal Systems <h4><img src="https://jtp.ub.ac.id/public/site/images/admin/sertifikat-jtp-2.jpg" alt="" width="1349" height="948" /></h4> <p><br /><br />Jurnal Teknologi Pertanian published by the Faculty of Agricultural Technology of the University of Brawijaya to disseminate the results of research conducted by researchers from inside and outside the Faculty of Agricultural Technology Universitas Brawijaya. This journal containing writing of research results which are within the scope of scientific disciplines related to the Agricultural Technology Sciences to support the development of science and technology and national development.</p> <p>Jurnal Teknologi Pertanian published quarterly three times in April, August and December.</p> <p>P-ISSN <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1180430195&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">1411-5131</a> | E-ISSN <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1458532213&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2528-2794</a></p> https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/977 KUALITAS MUFFIN MENGANDUNG AMPAS KOPI: STUDI PENGARUH KONSENTRASI DAN PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI AMPAS KOPI 2022-11-14T02:37:09+00:00 Irsyad Ramadhan ir.syadrama98@gmail.com Erni Sofia Murtini erni.murtini@ub.ac.id <p> Ekstraksi kopi akan menghasilkan residu yang dikenal sebagai ampas kopi. Ampas kopi umumnya dibuang dan terdekomposisi oleh mikroorganisme sehingga menghasilkan metana (CH<sub>4</sub>) dan dinitrogen oksida (N<sub>2</sub>O). Ampas kopi yang tersisa setelah ekstraksi masih dapat dimanfaatkan karena memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti antioksidan dan serat pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan jenis dan konsentrasi ampas kopi untuk menghasilkan <em>muffin</em> dengan karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik terbaik serta meningkatkan nilai fungsional <em>muffin</em>. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Tersarang dengan dua faktor yaitu jenis ampas kopi dan konsentrasi yang tersarang dalam jenis ampas kopi. Data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan uji lanjut BNT atau BNJ dengan taraf kepercayaan 95%. Jenis ampas kopi berpengaruh nyata (α&lt;0,05) terhadap karakteristik seperti kadar air, kadar abu, volume pengembangan, densitas, porositas, kohesivitas, warna (L*, a*, b*) <em>crumb</em> dan <em>crust</em>. Konsentrasi ampas kopi yang tersarang dalam jenis ampas kopi berpengaruh nyata (α&lt;0,05) dan positif terhadap kadar abu, densitas, kekerasan, warna (L* dan a*) <em>crumb</em> dan <em>crust</em>, serta warna pada pengujian organoleptik. Sementara konsentrasi berpengaruh nyata (α&lt;0,05) dan negatif pada kadar air, volume pengembangan, <em>baking loss</em>, porositas, warna (b*) <em>crumb</em> dan <em>crust</em>, serta tekstur, rasa, dan <em>after taste</em> pada pengujian organoleptik.</p> <p><em> Coffee extraction will produce a residue known as coffee grounds. Coffee grounds are generally discarded and decomposed by microorganisms to produce methane (CH<sub>4</sub>) and nitrous oxide (N<sub>2</sub>O). Coffee grounds left after extraction can still be used because they contain bioactive compounds such as antioxidants and dietary fiber. This study aimed to obtain the type and concentration of coffee grounds to produce muffins with the best physical, chemical, and organoleptic characteristics and increase the functional value of muffins. The method used is nested RAK with two factors: the type of coffee grounds and the concentration contained in the coffee grounds. </em><em>Data were analyzed by ANOVA followed by a further test of LSD or Tukey's HSD with 95% confidence level.</em><em> The type of coffee grounds had a significant effect (α&lt;0.05) on characteristics such as moisture content, ash content, volume expansion, density, porosity, cohesiveness, color (L*, a*, b*) of crumb and crust. The concentration of coffee grounds contained in the type of coffee grounds had a significant effect (α&lt;0.05) and positive on ash content, density, hardness, color (L* and a*) crumb, and crust, as well as color parameter on organoleptic testing. The concentration also had a significant effect (α&lt;0.05) and negative on moisture content, expansion volume, baking loss, porosity, color (b*) crumb, and crust, as well as texture, taste, and aftertaste on organoleptic testing</em></p> 2022-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Irsyad Ramadhan https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1064 KARAKTERISASI SIFAT FISIKOKIMIA ISOLAT PROTEIN SORGUM (Sorghum bicolor (L). Moench) HASIL EKSTRAKSI METODE ENZIMATIS MENGGUNAKAN α-AMILASE 2022-11-02T03:47:45+00:00 Endah Wulandari endah.ulandari@mail.unpad.ac.id Fitry Filianty fitry.filianty@unpad.ac.id Elazmanawati Lembong elazmanawati.lembong@unpad.ac.id Alifa Putti Firdauza alifa17003@mail.unpad.ac.id <p> Sorgum merupakan salah satu serealia sumber karbohidrat yang sering dimanfaatkan sebagai bahan baku industri khususnya dalam bentuk pati. Ekstraksi pati menghasilkan produk samping yaitu protein yang memiliki kandungan protein 3 kali lipat lebih tinggi dari kandungan protein pada biji sorgum. Isolasi protein sorgum dapat dilakukan dengan menggunakan enzim α-amilase. Sifat fisik dan kimia akan memengaruhi sifat produk selama proses pengolahan, penyimpanan dan konsumsi makanan. Sifat fisikokimia tersebut meliputi kadar air, abu, protein, lemak, dan morfologi permukaan granula isolat protein sorgum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisikokimia yang dimiliki oleh isolat protein sorgum yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental yang dilanjutkan dengan analisa secara deskriptif. Penelitian yang dilakukan 2 konsentrasi enzim yang berbeda (30000 U/g dan 53681,6 U/g) dalam waktu hidrolisis yang sama (30 menit). Hasil isolasi protein menggunakan metode enzimatis dengan konsentrasi enzim α-amilase 53681,6 U/g pati, menghasilkan konsentrat protein sorgum dengan kandungan protein 70,96%, serta kadar non-protein seperti kadar air, abu, lemak, dan karbohidrat dengan nilai berturut-turut sebesar 79,72%, 0,68%, 0,15%, dan 5,1% dengan morfologi isolat protein berupa kafirin yang saling menempel erat satu dengan yang lainnya mengelilingi endosperm.</p> <p><em> Sorghum is a cereal source of carbohydrates that is often used as industrial material, especially in the form of starch. Extraction of starch produces protein as a by-product which has a protein content of 3 times higher than the protein content of sorghum grain. Isolation of sorghum protein can be done by using the α-amylase enzyme. The physical and chemical properties will affect the product properties during the processing, storage, and consumption of food. The physicochemical properties included water content, ash, protein, fat, and surface morphology of sorghum protein isolate granules. This study aims to determine the physicochemical characteristics of the sorghum protein isolate produced. This research was conducted using an experimental method followed by a descriptive analysis. The experiment was conducted with 2 different enzyme concentrations (30000 U/g and 53681.6 U/g) in the same hydrolysis time (30 minutes). The results of protein isolation using the enzymatic method with α-amylase enzyme concentration of 53681.6 U/g starch, resulted in a protein concentrate of sorghum with a protein content of 70.96%, as well as non-protein content such as water, ash, fat, and carbohydrate content which their values are 79.72%, 0.68%, 0.15%, and 5.1% respectively with the morphology of protein isolates in the form of kafirin which are closely attached to one another around the endosperm</em></p> 2022-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Endah Wulandari, Fitry Filianty, Elazmanawati Lembong, Alifa Putti Firdauza https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1146 PENGARUH SUHU TERHADAP DAYA KEMBANG, KELARUTAN, DAN KAPASITAS PENGIKATAN AIR PADA PATI UBI JALAR TERMODIFIKASI ULTRASONIK 2022-11-09T08:58:17+00:00 Grace Maria Ulfa gracemariaulfa@student.ub.ac.id Irma Nopriyani inopriyani@gmail.com Vivien Fathuroya vivien_fathuroya@yahoo.com Widya Dwi Rukmi Putri wid2putri@yahoo.com Kiki Fibrianto kiki.fibrianto@ub.ac.id Simon Bambang Widjanarko simonbw@ub.ac.id <p> Gelombang ultrasonik dapat dimanfaatkan untuk mengubah sifat fisik dan kimia pati ubi jalar. Pati yang telah dimodifikasi menggunakan gelombang ultrasonik dengan rentang suhu 35-60 °C memiliki peningkatan sifat fisik dibandingkan pati ubi jalar alami. Daya kembang, kelarutan, dan kapasitas pengikatan air merupakan beberapa parameter penting yang menentukan sifat fungsional pati modifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap daya kembang, kelarutan, dan kapasitas pengikatan air pati ubi jalar yang telah dimodifikasi. Hasil analisis morfologi pati menunjukan munculnya struktur berpori pada pati ubi jalar termodifikasi, serta adanya perubahan intensitas serapan IR. Selain itu, modifikasi pati ubi jalar menggunakan gelombang ultrasonik mampu meningkatkan daya kembang, kelarutan, dan kapasitas pengikatan air pati hingga titik tertentu. Akhirnya, diketahui suhu 55 °C memberikan hasil terbaik pada respon yang diamati.</p> <p><em> Ultrasonic waves can be used to change the physical and chemical properties of sweet potato starch. </em><em>S</em><em>tarch that has been modified using ultrasonic waves with a temperature range of 35-60</em> °<em>C has improved physical properties compared to native sweet potato starch. The swelling</em><em> power</em><em>, solubility and </em><em>water-</em><em>binding</em><em> abilit</em><em>y are some of the important parameters that determine the functional properties of modified starch. This research objectives to determine the effect of temperature on swelling</em><em> power</em><em>, solubility, and water-binding </em><em>ability </em><em>of the modified sweet potato starch. The results of the starch morphological analysis showed the appearance of porous structure in the modified sweet potato starch, as well as a change in the intensity of IR absorption. In addition,</em><em> the</em><em> modification of sweet potato starch using ultrasonic waves can increase the swelling</em><em> power</em><em>, solubility, and water-binding </em><em>ability </em><em>of starch to a certain point.</em><em> Finally, it is known that the temperature of 55 </em>°<em>C gives the best results for the observed responses. </em></p> 2022-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Grace Maria Ulfa, Irma Nopriyani, Vivien Fathuroya, Widya Dwi Rukmi Putri, Kiki Fibrianto, Simon Bambang Widjanarko https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1129 PENGARUH BIOPRIMING DAN BIOFERTILIZER MENGGUNAKAN Trichoderma asperellum DAN Trichoderma virens TERHADAP SENYAWA BIOAKTIF KACANG TUNGGAK 2022-11-10T02:45:02+00:00 Nabilah Mei Wulandari nabilahmeii@gmail.com Eriyanto Yusnawan yusnawan@gmail.com Tri Dewanti Widyaningsih tridewantiw@ub.ac.id <p> Kurang Energi Protein (KEP) tidak hanya menyebabkan cadangan protein menurun, melainkan juga menurunkan sistem imun. Hal ini berdampak pada rendahnya produksi antibodi, sehingga partikel radikal bebas sulit tereliminasi dan tubuh rentan terkena infeksi. Maka dari itu, perlu senyawa antioksidan yang dapat memperkuat sistem imun. Tanaman obat, rempah-rempah, serta aneka kacang potensial (kedelai dan kacang hijau) banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan senyawa antioksidan dalam tubuh. Namun, produktivitasnya fluktuatif dan sulit dibudidayakan di lahan kering. Kacang tunggak KT-6 dapat dijadikan sebagai sumber daya alternatif karena mengandung senyawa bioaktif yang tinggi, mudah dibudidayakan, dan dapat tumbuh di lahan kurang produktif. Kelemahan yang terdapat pada kacang tunggak berupa rendahnya aktivitas antioksidan, sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkannya dengan memanfaatkan <em>Trichoderma asperellum</em> (<em>T. asp</em>) dan <em>Trichoderma virens</em> (<em>T. vir</em>) sebagai elisitor untuk menginduksi aktivitas enzim antioksidan tanaman. Pada penelitian ini, kedua fungi diaplikasikan dengan perendaman (<em>biopriming</em>) dan penaburan <em>biofertilizer </em>yang telah diperkaya isolat <em>Trichoderma</em>. Hasil penelitian menunjukkan kandungan senyawa fenolik dan flavonoid serta aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada perlakuan aplikasi <em>biofertilizer</em> berbahan konsorsium <em>Trichoderma </em>(<em>T. asp</em> + <em>T. vir</em>). Kelompok senyawa penyusun biji KT-6 dengan perlakuan tersebut lebih beragam dibandingkan biji tanpa perlakuan. Senyawa tertinggi pada biji KT-6 terinduksi <em>Trichoderma </em>adalah asam sitrat (4,75%), sedangkan pada biji KT-6 kontrol adalah <em>Phthalazin-1(2H)-one, 2-(4-iodophenyl)-4-methyl- </em>(5,42%). Senyawa fenolik dan flavonoid berkontribusi sangat kuat terhadap aktivitas antioksidan biji kacang tunggak KT-6</p> <p><em> Protein-energy malnutrition (PEM) not only decreases protein reserves but also lowers the immune system. This has an impact on the low production of antibodies so that free radical particles are difficult to eliminate, and the body is susceptible to infection. Therefore, it needs antioxidant compounds that can strengthen the immune system. Medicinal plants, spices, and various potential nuts (soybeans and mung beans) are widely used to increase antioxidant compounds in the body. However, its productivity is unstable and difficult to cultivate on dry land. Cowpea of KT-6 can be used as an alternative because it contains high bioactive compounds, is easily cultivated, and can grow in less productive land. However, its antioxidant activity is low, so this study was conducted to increase it by utilizing T. asperellum (T. asp) and T. virens (T. vir) capable of producing elicitors as inducers of antioxidant enzyme activity of plants. In this study, both fungi were applied by immersion (biopriming) and biofertilizer sowing that has been mixed with Trichoderma isolates. The results showed the content of phenolic compounds and flavonoids compounds as well as the highest antioxidant activity obtained in biofertilizer application treatment made from Trichoderma consortium (T. asp + T. vir). The group of compounds that make up KT-6 seeds with such treatment is more diverse than the control seeds. The highest compound in Trichoderma-induced KT-6 seeds was citric acid (4.75%), while in control KT-6 seeds were Phthalazine-1(2H)-one, 2-(4-iodophenyl)-4-methyl- (5.42%). Phenolic compounds and flavonoids contribute very strongly to the antioxidant activity of KT-6 cowpea seeds.</em></p> 2022-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Nabilah Mei Wulandari, Eriyanto Yusnawan, Tri Dewanti Widyaningsih https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1142 IDENTIFIKASI BENTUK BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill.) DENGAN ANALISIS CITRA DIGITAL 2022-11-09T08:35:20+00:00 Ifmalinda ifmasyahrizal@gmail.com Andasuryani ifmalinda@ae.unand.ac.id Lii Shaufana ifmalinda@ae.unand.ac.id <p> Kualitas buah sangat berpengaruh pada tingkat daya tarik konsumen, salah satunya pada bentuk buah. Umumnya proses pengelompokan mutu buah menggunakan pengamatan secara visual. Cara ini kurang efisien dan membutuhkan waktu lama. Metode untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan analisis citra digital, yang merupakan ruang lingkup suatu sistem mengenai teknik mengolah dan menganalisa citra atau gambar dengan meggunakan komputer. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi bentuk fisik dari buah alpukat yang normal dan kurang normal dengan analisis citra digital. Pengelompokkannya sesuai dengan standar mutu I dan II buah alpukat, yaitu normal dan kurang normal. Agar terlihat perbedaannya dilakukan menggunakan beberapa parameter bentuk meliputi <em>roundness</em>, <em>sphericity</em>, dan nilai K. Perhitungan tiga parameter ini dilakukan dalam dua kondisi yaitu perhitungan manual dan analisis citra. Hasil penelitian menunjukkan <em>roundness</em> manual normal diperoleh nilai 0,850 sampai 0,893 dan kurang normal diperoleh nilai 0,851 sampai 0,905. <em>Roundness</em> citra normal diperoleh nilai 0,856 sampai 0,895 dan kurang normal diperoleh nilai 0,856 sampai 0,897. <em>Sphericity</em> manual normal diperoleh nilai 0,810 sampai 0,941 dan kurang normal diperoleh nilai 0,807 sampai 0,953. <em>Sphericity</em> citra normal diperoleh nilai 0,826 sampai 0,945 dan kurang normal diperoleh nilai 0,837 sampai 0,972. Nilai K manual normal diperoleh nilai 1,616 sampai 2,485 dan kurang normal diperoleh nilai 1,843 sampai 2,394. Sedangkan nilai K citra normal diperoleh nilai 0,925 sampai 0,948 dan kurang normal diperoleh nilai 0,923 sampai 0,951. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa bentuk normal dan kurang normal bisa dibedakan dengan analisis citra melalui bentuk <em>roundness</em>. Namun tidak bisa dibedakan dengan bentuk <em>sphericity</em> dan nilai K.</p> <p><em> Fruit quality greatly affects the level of consumer attractiveness. One of them is the shape of the fruit. Generally, the grouping of fruit quality uses visual observation. This method is less efficient and takes a long time. To overcome this problem is the method of digital image analys, which is the scope of a system regarding techniques for analys and analyzing images or images using a computer. The purpose of this study is to find the physical form of normal and abnormal avocados with digital image analys. Grouping according to normal and less normal quality standards. In order to see the difference, several shape parameters were used are roundness,</em><em> sphericity,</em><em> and K value. The calculation of these three parameters was carried out in two conditions, manual calculation and image analys. The results showed that the manual for normal roundness obtained values </em><em>​​</em><em>from 0.850 to 0.893 and less normal values </em><em>​​</em><em>obtained from 0.851 to 0.905. Normal image roundness values </em><em>​​</em><em>obtained from 0.856 to 0.895 and less </em><em>normal values </em><em>​​</em><em>obtained from 0.856 to 0.897. Normal manual sphericity values </em><em>​​</em><em>obtained from 0.810 to 0.941 and less normal values </em><em>​​</em><em>obtained from 0.807 to 0.953. Normal image sphericity values </em><em>​​</em><em>obtained from 0.826 to 0.945 and less normal values </em><em>​​</em><em>obtai</em><em>ned from 0.837 to 0.972. Normal manual K values </em><em>​​</em><em>were obtained from 1,616 to 2,485 and less normal values </em><em>​​</em><em>obtained from 1,843 to 2,394. While the value of K for normal images is obtained from 0.925 to 0.948 and less normal values </em><em>​​</em><em>are obtained from 0.9</em><em>23 to 0.951. Based on the results of Keyword research that normal and less normal shapes can be distinguished by image analys through round shapes. However, it cannot be distinguished by the shape of the sphericity and the value of K</em></p> 2022-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Ifmalinda, Andasuryani, Lii Shaufana https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1126 PENGARUH PEMBERIAN BUBUR INSTAN GEMBILI (Dioscorea esculenta) CAMPURAN ISOLAT PROTEIN KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) TERHADAP PROFIL LIPID TIKUS SPRAGUE-DAWLEY HIPERKOLESTEROLEMIA 2022-09-12T04:22:35+00:00 Theresia Widiastuti widiastuti1974@gmail.com Agus Slamet agus@mercubuana-yogya.ac.id Bayu Kanetro agus@mercubuana-yogya.ac.id <p> Umbi gembili adalah sejenis umbi-umbian inferior yang saat ini konsumsinya berkurang bahkan mengalami penurunan, masyarakat belum mengetahui bahwa umbi gembili (<em>Dioscorea esculenta</em>) memiliki kandungan inulin bersifat hipolipidemia. Pembuatan bubur instan gembili dengan penambahan isolat protein koro pedang (<em>Canavalia ensiformis</em>) diharapkan dapat menurunkan kadar kolesterol dengan cara memperbaiki inulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bubur instan terhadap profil lipid (kolesterol, trigliserida, HDL, dan LDL) tikus <em>Sprague-Dawley. </em>Induksi hiperkolesterolemia dilakukan dengan pemberian lemak babi, kolesterol, pakan ayam broiler dan asam folat pada tikus putih jantan. Rancangan penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan <em>pre-post test</em> yang diterapkan pada 30 tikus putih jantan hiperkolesterolemia yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu 2 kelompok kontrol dan 3 kelompok dengan pemberiankan bubur instan sebanyak 40,5 mg, 81,0 mg, dan 121,5 mg/200 g BB tikus selama 28 hari. Penentuan kadar kolesterol total, dan trigliserida melalui metode CHOD-PAP dan GPO-PAP. Analisis data menggunakan <em>paired test</em> dan <em>One Way ANOVA</em> yang dilanjutkan dengan uji <em>DMRT</em> pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bubur instan terbaik adalah bubur instan dengan variasi tepung gembili 90% dan isolat protein koro pedang 10% pemberian bubur instan dosis 40,5 mg/200 g BB, 81 mg/200 g BB dan 121,5 mg/200 g BB selama 28 hari dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, dan meningkatkan kadar HDL tikus hiperkolesterolemia secara signifikan. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bubur instan gembili dengan penambahan isolat protein koro pedang 10% berpotensi sebagai pangan fungsional untuk mencegah hiperkolesterolemia dengan nilai kesukaan terbaik</p> <p><em> Gembili tubers are a kind of inferior tubers whose consumption is currently decreasing and even declining, people do not yet know that gembili tubers (Dioscorea esculenta) have an inulin content of hypolipidemia. </em><em>The manufacture of instant gembili porridge with</em> the<em> addition of nut isolates including sword koro (Canavalia ensiformis) is expected to reduce cholesterol levels by improving inulin. This study aimed to determine the effect of instant slurry administration on lipid profiles (cholesterol, triglycerides, HDL, and LDL) of hypercholesterolemia rats Sprague-Dawley. The design of this study was an experimental study with a total sample consisting of 5 treatment groups. Levels of total cholesterol, and triglycerides were determined through the CHOD-PAP and GPO-PAP methods. The data were analyzed with a paired test and One Way ANOVA test. The results showed that the best instant porridge was instant porridge with a variety of 90% gembili flour and 10% sword koro protein isolates giving instant porridge doses of 40.5 mg / 200 g BB, 81 mg / 200 g BB and 121.5 mg / 200 g BB for 28 days can lower levels of total cholesterol, triglycerides, LDL, and increase HDL levels of hypercholesterolemia rats significantly. In this study, it can be concluded that gembili instant porridge with the addition of 10% koro protein isolates has the potential to be a functional food to prevent hypercholesterolemia with the best favorability value</em></p> 2022-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Theresia Widiastuti, Agus Slamet, Bayu Kanetro https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1130 PENGEMBANGAN SISTEM INSTRUMENTASI UNTUK MENGUKUR LEBAR KERJA (CUTTING WIDTH) PADA MINI COMBINE HARVESTER 2022-10-19T01:00:17+00:00 Renny Eka Putri rennyekaputri@ae.unand.ac.id Ade Sandri rennyekaputri@ae.unand.ac.id Irriwad Putri rennyekaputri@ae.unand.ac.id <p> Pengukuran lebar kerja menggunakan sensor tentunya lebih efisien dan lebih akurat dibandingkan dengan pengukuran secara manual. Pengukuran lebar kerja ini dibutuhkan dalam penentuan hasil panen atau yang lebih dikenal dengan <em>yield monitoring</em>. <em>Yield monitoring</em> adalah salah satu teknologi pertanian presisi yang berfungsi untuk memonitoring hasil penentuan hasil panen secara langsung <em>(real time).</em> Teknologi ini mengumpulkan data berupa <em>grain flow</em> (ton/jam), lebar kerja (<em>cutting width</em>), kecepatan <em>combine harvester </em>(km/jam) dan <em>grain moisture content</em> (%). Pengukuran lebar kerja dilakukan dengan cara mengukur jarak antara pembacaan sensor pada <em>header</em> kiri dan kanan, kemudian dikurangi dengan lebar<em> header</em>. Pengukuran lebar kerja secara <em>real time</em> dibutuhkan pada pemantauan hasil panen yang dilakukan oleh <em>mini combine harvester</em>. Dalam proses pemanenan, <em>mini combine harvester</em> akan bekerja memotong padi. Lebar kerja biasanya dihitung dengan mengukur jarak dari <em>header mini combine harvester</em>. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sistem pengukuran untuk lebar kerja (<em>cutting width</em>) pada <em>mini combine harvester </em>dan melakukan uji kinerja untuk sistem tersebut. Sistem instrumentasi yang dikembangkan dalam mengukur lebar kerja adalah dengan menggunakan Sensor ultrasonik US-100 sebagai sensor jarak kemudian ESP 32 sebagai mikrokontroler sekaligus modul <em>WiFi </em>yang akan dikoneksikan dengan <em>database</em> dan diinterpretasikan kedalam bentuk digital menggunakan LCD I2C. Dengan sistem ini dapat digunakan oleh petani untuk memantau hasil panennya secara langsung. Alat ini juga memudahkan petani untuk memasang atau melepaskan alat sesuai dengan kebutuhan karena bersifat <em>“plug and play”</em></p> <p><em> Cutting</em><em> width measurements using sensors are certainly more efficient and more accurate than manual measurements. Measurement of this cutting width is needed in determining crop yields or better known as yield monitoring. Yield monitoring is a precision agricultural technology that functions to monitor the results of determining crop yields in real time. This technology collects data in the form of grain flow (tons/hour), cutting width (cutting width), combine harvester speed (km/hour) and grain moisture content (%). Measurement of the cutting width is done by measuring the distance between the sensor readings on the left and right headers, then subtracting the width of the header. Measurement of cutting width in real time is needed in monitoring harvests carried out by mini combine harvesters. In the harvesting process, the mini combine harvester will work to cut the rice. The cutting width is usually calculated by measuring the distance from the mini combine harvester header. The purpose of this research is to develop an instrumentation system to measure the cutting width of a mini combine harvester. The instrumentation system developed to measure the cutting width is to use the ultrasonic sensor US-100 as a distance sensor then ESP 32 as a microcontroller as well as a WiFi module which will be connected to the database and interpreted into digital form using an I2C LCD. This system can be used by farmers to monitor their harvest directly. This tool also makes it easier for farmers to install or remove the tool according to their needs because it is "plug and play"</em></p> 2022-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Renny Eka Putri, STP., MP., PhD, Ade Sandri, Irriwad Putri