Jurnal Teknologi Pertanian https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp <p>Jurnal Teknologi Pertanian published by the Faculty of Agricultural Technology of the University of Brawijaya to disseminate the results of research conducted by researchers from inside and outside the Faculty of Agricultural Technology Universitas Brawijaya. This journal containing writing of research results which are within the scope of scientific disciplines related to the Agricultural Technology Sciences to support the development of science and technology and national development.</p> <p>Jurnal Teknologi Pertanian published quarterly three times in April, August and December.</p> <p>P-ISSN <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1180430195&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">1411-5131</a> | E-ISSN <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1458532213&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2528-2794</a></p> en-US Authors who publish with this journal agree to the following terms:<br /><br /><ol type="a"><ol type="a"><li>Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" target="_blank">Creative Commons Attribution License</a> that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal</li><li>Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal</li></ol></ol> jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com (Irnia Nurika) vivien@ub.ac.id (Vivien Fathuroya) Sun, 28 Apr 2024 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 STUDY OF ANGIOTENSIN-I CONVERTING ENZYME INHIBITORY PEPTIDES DERIVED FROM Ficus pumila var. awkeotsang SEEDS HYDROLYSATE https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1243 <p>Hypertension also known as high blood pressure that has associated with multi-metabolic pathways such as the renin-angiotensin-aldosterone system (RAAS). There have been several synthetic ACE inhibitory drugs used clinically as therapeutics for hypertension. However, synthetic drugs showed side effects on human health after long-term use. Therefore, alternative natural ACE inhibitors from food-derived are necessary to develop. The study aimed to examine the activity of angiotensin-I converting enzyme inhibitory peptides derived from <em>Ficus pumila var. awkeotsang</em> seeds hydrolysate and to study the efficiency of enzymatic digestion. This study used four enzymes (trypsin, pepsin, thermolysin, and chymotrypsin) to release bioactive peptides from <em>Ficus pumila var. awkeotsang</em> seeds that could exhibit an antihypertensive effect. The results showed that <em>Ficus pumila var. awkeotsang</em> trypsin hydrolysate has the highest ACEI activity, 90.37%, and the IC<sub>50 </sub>reached 169±3.5 µg/mL. Then, the hydrolysate produced by trypsin has the highest degree of hydrolysis, 4%, after 8 hours of incubation. Hence, <em>Ficus pumila var. awkeotsang</em> seeds hydrolysate could develop as an alternative natural product that is responsible for ACE-inhibitory activity.</p> Sugiyati Ningrum, Jue Liang Hsu Copyright (c) 2024 Sugiyati Ningrum, Jue Liang Hsu http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1243 Sun, 28 Apr 2024 00:00:00 +0000 POTENSI PANAS GAS BUANG DAN LAJU PASOKAN BAHAN BAKAR ALAT PENGERING KOPI TANDEM HIBRID PANAS MATAHARI-BIOMASSA https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1268 <p>Alat pengering tandem hibrid panas matahari-biomassa dikembangkan dari alat pengering sebelumnya dengan memanfaatkan gas buang yang dihasilkan sebagai sumber panas sehingga kapasitasnya meningkat dari sekitar 2 ton menjadi 4 ton buah kopi. Tujuan penelitian ini menentukan potensi panas gas buang dari tungku dan pengaruh laju pasokan bahan bakar pada suhu maksimum ruang pengering belakang. Dioperasikan dengan pasokan bahan bakar LPG 1,4–4,35 kg/jam selama 2 jam, suhu udara di kedua ruang pengering tetap lebih tinggi dibandingkan suhu udara luar dari 7,3 jam hingga 14 jam, sementara ruang pengering depan mempunyai suhu udara 36,5–50,1°C dengan kecepatan maksimum antara 0,8–1,4 m/s dan ruang pengering belakang mempunyai suhu 39–108°C dengan kecepatan maksimum 1,15–1,6 m/s. Entalpi udara pengering di ruang pengering belakang secara konsisten lebih tinggi dari ruang pengering depan. Dengan peningkatan pasokan LPG, persentase panas kumulatif yang didistribusikan di ruang pengering belakang meningkat dari 19% menjadi 32% sedangkan potensi panasnya meningkat dari 51,8% menjadi 58,5% dari nilai kalor LPG yang dipasok dan didistribusikan 42,5% menjadi 47,7% di ruang pengering depan dan 4,8% sampai 16% di ruang pengering belakang. Dioperasikan dengan suplai bahan bakar kayu bakar 2,5–15 kg, suhu udara pengeringan maksimum dan lamanya api bertahan membara (waktu pembakaran) meningkat secara linier dengan besarnya suplai kayu bakar. Suplai kayu bakar sebanyak 3,54–12,69 kg ke dalam tungku menghasilkan suhu udara ruang pengering belakang setara dengan berbagai suhu udara alat pengering kopi baik non mekanis maupun mekanis.</p> Yuwana Yuwana, Bosman Sidebang Copyright (c) 2024 Yuwana Yuwana, Bosman Sidebang http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1268 Sun, 28 Apr 2024 00:00:00 +0000 KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN MIKROSTRUKTUR YOGHURT SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN PEKTIN DAN BUBUR BUAH (PULP) NANGKA (Artocarpus heterophyllus) https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1307 <p>Susu kambing mempunyai banyak manfaat kesehatan diantaranya adalah lebih mudah dicerna dan mempunyai tingkat alerginitas yang rendah. Yoghurt susu kambing sebagai produk fermentasi mempunyai nilai fungsonal yang meningkat, akan tetapi mempunyai gel yang lemah dan stabilitas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisikokimia (viskositas, sineresis, total asam, pH dan total bakteri asam laktat) dan mikrostruktur pada yoghurt susu kambing dengan penambahan pektin dan <em>pulp</em> nangka. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu kambing segar, starter yoghurt set komersial (<em>Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus</em>, <em>Lactobacillus acidophilus, </em>dan <em>Bifidobacterium</em>), pektin, dan <em>pulp</em> nangka. Perlakuan yang diberikan yaitu penambahan pektin 1; 1,5; dan 2% (b/b) dan <em>pulp</em> nangka 5 dan 10% (b/b). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar penambahan pektin dan pulp nangka pada yoghurt susu kambing dapat meningkatkan viskositas, total asam, dan total BAL serta menurunkan sineresis dan pH. Perlakuan terbaik diperoleh pada sampel yoghurt susu kambing dengan penambahan pektin 1,5% dan <em>pulp</em> nangka 5%. Hasil analisis SEM pada sampel yoghurt susu kambing dengan penambahan pektin dan pulp nangka memiliki ukuran void yang lebih kecil dan jaringan yang terbentuk lebih teratur, hal ini kemungkinan dapat dihubungkan dengan viskositas yang meningkat dan sineresis yang menurun.</p> Fithri Choirun Nisa, Amira Kintan Primandita Copyright (c) 2024 Fithri Choirun Nisa, Amira Kintan Primandita http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1307 Sun, 28 Apr 2024 00:00:00 +0000 FUNGI ENDOFIT DAUN Artocarpus altilis SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1312 <p>Beberapa jenis mikroba dapat menyebabkan patologis yang cukup serius bagi manusia ataupun makhluk hidup lainnya, salah satunya adalah <em>Staphylococcus aureus </em>dan <em>Escherichia coli</em>. Senyawa aktif dari daun sukun <em>Artocarpus altilis</em> memiliki aktivitas antimikroba, namun eksploitasi tanaman dapat mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem. Fungi endofit hidup di dalam sel jaringan tanaman sehat dan dapat menghasilkan jenis metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan menyeleksi fungi endofit dari daun <em>A. altilis</em> yang memiliki potensi sebagai agen antibakteri terhadap <em>S. aureus</em> dan <em>E. coli</em>. Metode yang digunakan yaitu isolasi fungi endofit dari daun <em>A. altilis</em> dan mengidentifikasinya secara makroskopis dan mikroskopis. Uji aktivitas antibakteri terhadap <em>S. aureus</em> dan <em>E. coli</em> dilakukan ekstraksi metabolit sekunder bakteri endofit dan uji fitokimia menggunakan metode difusi, pengenceran cair, dan padat. Berdasarkan hasil analisis didapatkan empat isolat fungi endofit daun <em>A. altilis</em> yang diberi kode IS01, IS02, IS03 dan IS04. Fungi endofit IS01 memiliki aktivitas antibakteri sangat kuat, IS03 kuat, IS02 sedang, dan IS04 lemah terhadap patogen <em>E. coli</em> dan kuat terhadap patogen <em>S. aureus</em>. Fungi endofit daun <em>A. altilis</em> dapat berperan sebagai antibakteri terhadap <em>S. aureus</em> dan <em>E. coli</em>.</p> Nur Kusmiyati, Nuzulul Nuzulul Furoida Imarotu Zahroh, Liliek Harianie, Siti Fajariyah Novita, Ulfah Utami, Anggeria Oktavisa Denta Copyright (c) 2024 Nur Kusmiyati, Nuzulul Furoida Imarotu Zahroh, Liliek Harianie, Siti Fajariyah Novita, Ulfah Utami, Anggeria Oktavisa Denta http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1312 Sun, 28 Apr 2024 00:00:00 +0000 PENGARUH FORMULASI JAHE, SECANG DAN KAYU MANIS TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK MINUMAN TRADISIONAL INSTAN CHING JAE https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1256 <p>Pembuatan minuman <em>ching jae </em>dilakukan dengan pencampuran ekstrak cair dari jahe, secang dan kayu manis. Proses selanjutnya adalah ditambahkan gula pada campuran ekstrak cair tersebut dan dilakukan proses kristalisasi. Senyawa aktif pada bahan tersebut bersifat labil terhadap panas sehingga diperlukan kondisi ekstraksi yang dapat mempertahankan senyawa aktifnya. Penelitian ini bertujuan mendapatkan formulasi minuman ching jae dengan sifat fisik, kimia dan organoleptik terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu konsentrasi sari yang jahe (35%, 37,5% dan 40%) dan konsentrasi ekstrak secang (10%, 12,5% dan 15%). Proses pembuatan <em>ching jae </em>dilakukan dengan ekstraksi sari jahe dengan penggilingan dan ekstraksi secang dan kayu manis melalui proses perebusan pada suhu 100°C selama 45 menit. Ekstrak jahe, secang dan kayu manis yang telah didapat kemudian digunakan untuk proses formulasi. Larutan hasil formulasi kemudian dimasukkan ke dalam alat pemasakan dengan penambahan gula 500 g selanjutnya dilakukan proses kristalisasi. Bubuk tersebut kemudian diayak dengan ayakan 30 mesh. Analisis yang dilakukan meliputi warna, pH, total fenol, antioksidan dan total padatan terlarut (TPT). Analisis sensori meliputi warna, aroma dan rasa. Formulasi terbaik ditentukan dengan <em>Multiple Atribute Test (Zelleny). </em>Penelitian ini menghasilkan formulasi terbaik pada konsentrasi jahe 40% dan secang 5%. Minuman <em>ching jae </em>perlakuan terbaik memiliki nilai L 39,55; a 35,48; b 35,12; total fenol 342,30 mg GAE/g; aktivitas antioksidan (IC<sub>50</sub>) 167,13 ppm; TPT 14,50 <sup>O</sup>Brix; pH 7,13. Kesukaan terhadap warna 4,65/5; aroma 3,90/5 dan rasa sebesar 4,20/5.</p> Riyadlul Akbar H. ANR, Erni Sofia Murtini, Sudarminto Setyo Yuwono Copyright (c) 2024 Riyadlul Akbar H. ANR, Erni Sofia Murtini, Sudarminto Setyo Yuwono http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1256 Sun, 28 Apr 2024 00:00:00 +0000 KARAKTERISTIK KIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN TENGGULUN (Protium javanicum) BERDASARKAN TINGKAT KETUAAN DAUN https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1337 <p>Ekstrak etanol daun tenggulun mengandung sejumlah senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan. Tingkat ketuaan daun adalah salah satu komponen yang mempengaruhi jumlah dan komposisi senyawa fitokimia dalam ekstrak daun tenggulun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat ketuaan daun yang ideal sehingga ekstrak yang dihasilkan memiliki karakteristik kimia terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan tingkat ketuaan daun tenggulun yaitu P1 (daun pucuk), P2 (daun muda), P3 (daun dewasa), dan P4 (daun tua). Perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 16 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketuaan daun berpengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap rendemen, kadar total fenol, total flavonoid, total tanin dan nilai IC<sub>50</sub> ekstrak etanol daun tenggulun. Perlakuan terbaik diperoleh dari ekstrak etanol daun tenggulun dewasa dengan nilai rendemen 18,812%, total fenol 22,612 mg GAE/g, total flavonoid 4,330 mg QE/g, total tanin 23,392 mg TAE/g dan IC<sub>50</sub> 21,265 ppm. Terdapat hubungan korelasi negatif yang cukup antara total fenol dengan aktivitas antioksidan yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar -0,70.</p> Ni Luh Ari Yusasrini, Luh Putu Trisna Darmayanti Copyright (c) 2024 Ni Luh Ari Yusasrini, Luh Putu Trisna Darmayanti http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1337 Sun, 28 Apr 2024 00:00:00 +0000 FORMULASI PENAMBAHAN TEPUNG GLUKOMANAN DARI PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) DAN GULA AREN (Arenga pinnata) PADA PEMBUATAN SUSU KEDELAI MENGGUNAKAN RANCANGAN METODE MIXTURE OPTIMAL CUSTOM DESIGN https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1318 <p>Susu kedelai merupakan minuman sumber protein nabati. Permasalahan susu kedelai ada 2, yakni stabilitas rendah dan tinggi kalori, karena memakai pemanis gula tebu. Tujuan penelitian ini membuat minuman susu kedelai yang menunjukkan stabilitas tinggi dan rendah kalori, dengan membuat formula yang terdiri atas: susu kedelai, menambahkan tepung glukomanan porang dan mengganti gula pasir dengan gula aren. 16 total perlakuan dirancang dengan metode <em>Mixture Optimal Custom Design</em> (MOCD) memakai Design Expert Versi 13, dengan 3 variabel bebas: proporsi susu kedelai, tepung glukomanan porang dan gula aren. Respon percobaan: total gula dan stabilitas susu kedelai. Hasil verifikasi dibandingkan dengan susu kedelai komersil merk: “Soybaru”. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan formula optimum (prediksi DX) adalah: susu kedelai 88,5 g, proporsi glukomanan (GM) porang 1,5 g dan gula aren 10 g, dimana kandungan total gula sebesar 4,41% dan stabilitas 97,51% dengan nilai desirability 91,8%. Uji verifikasi menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (p&lt;0,05) dengan prediksi DX formula susu kedelai. Susu kedelai hasil verifikasi menunjukkan data kadar total gula 4,72% dan stabilitas 97,67%. Mutu susu kedelai hasil verifikasi dengan susu kedelai komersial merk ”Soybaru” berbeda sangat nyata (<em>p-value</em>&lt;0,001) untuk respon total gula dan stabilitas, namun tidak berbeda nyata (<em>p-value</em> &gt;0,05), untuk kadar protein, total lemak, pH, bau, rasa, warna dan penerimaan secara keseluruhan.</p> Jupri Mustofa, Simon Bambang Widjanarko, Ahmad Zaki Mubarok Copyright (c) 2024 Jupri Mustofa, Simon Bambang Widjanarko, Ahmad Zaki Mubarok http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1318 Tue, 30 Apr 2024 00:00:00 +0000 OPTIMASI SUHU DAN WAKTU PENYEDUHAN METODE FRENCH PRESS TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENERIMAAN KESELURUHAN TEH HITAM PUCUK MERAH (Syzygium oleana) https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1259 <p>Tingginya potensi senyawa metabolit sekunder pada daun pucuk merah berpotensi untuk diolah menjadi teh hitam pucuk merah. Proses penyeduhan teh merupakan tahapan penting karena dapat mempengaruhi sifat sensori dan komponen bioaktif pada teh. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis suhu dan waktu penyeduhan yang optimum menggunakan alat yang umum digunakan pada kopi, yaitu <em>French Press</em>, agar memperoleh karakteristik terbaik pada teh hitam pucuk merah (<em>Syzygium oleana</em>) berdasarkan aktivitas antioksidan dan penerimaan keseluruhan. Oleh karena itu, penelitian ini dapat meningkatkan nilai jual dan menghasilkan teh herbal yang berkualitas serta dengan pengolahan yang tepat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode <em>Response Surface Methodology</em> (RSM) dengan rancangan <em>Central Composite Design</em> (CCD) serta tahap verifikasi analisis <em>Paired T-test </em>menggunakan Minitab 19 dan verifikasi uji organoleptik metode <em>Just About Right</em> (JAR). Hasil optimasi menghasilkan solusi optimal kombinasi suhu penyeduhan 80 °C dan waktu penyeduhan 3 menit dengan aktivitas antioksidan IC<sub>50 </sub>109,3 ppm dan penerimaan keseluruhan 2,17. Hasil verifikasi <em>Paired T-test</em> yaitu tidak berbeda nyata terhadap nilai prediksi yang diberikan <em>software </em>Minitab 19 (<em>p-value</em> &gt; 0,05). Hasil verifikasi uji organoleptik metode <em>Just About Right</em> (JAR) menunjukkan keempat atribut belum berada pada level <em>Just About Right</em> (JAR) dengan nilai <em>p-value</em> &gt;0,05 tidak berbeda nyata secara signifikan.</p> Sudarminto Setyo Yuwono, Putri Aulia Mahardhika Copyright (c) 2024 Sudarminto Setyo Yuwono, Putri Aulia Mahardhika http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/view/1259 Tue, 30 Apr 2024 00:00:00 +0000