Pembuatan dan Pengujian Kantong Tanam organik Dari Bahan Eceng Gondok (Eichoirnia Crassipes (Mart.) Solms)

Authors

  • Ekoyanto Pudjiono
  • Gunomo Djojowasito
  • Rumekso Widiatmoko

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (a) Membuat kantong tanam organik dari bahan utama eceng gondok (Eichornia crassipes (Mart.) Solms), (b) Menguji kekuatan dan ketahanan kantong tanam organik sebagai wadah persemaian tanaman tembakau.

Perlakuan yang digunakan ada dua macam, yaitu (a) Kantong tanam dengan komposisi campuran bahan eceng gondok dan kertas koran meliputi M1: 100% eceng gondok dan 0% kertas koran;  M2: 99,5% eceng gondok dan 0,5% kertas koran;  M3: 99,0% eceng gondok dan 1,0% kertas koran;  M4: 98,5% eceng gondok dan 1,5% kertas koran; dan (b) Penambahan NaOH dengan bobot T1: 20 gram;  T2: 25 gram;  T3: 30 gram.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan kantong organik yang dihasilkan beragam dengan ketebalan tertinggi sebesar 9,20 x 10-4 cm dan ketebalan terendah sebesar 4,00 x 10-4 cm. Berat kantong tanam organik bervariasi dengan berat terendah 0,11 gr dan tertinggi 0,19 gr. Massa jenis kantong tanam organik (r) pada T1 sebesar 7,41 gr cm–3 cm, T2 dengan r sebesar 7,33 gr cm–3 dan T3 dengan r terendah sebesar 7,11 gr cm–3 . Pada perlakuan T1 nilai kekuatan tariknya sebesar 23,14 N cm-2, T2 sebesar 22,60 N cm-2 dan T3 sebesar 21,48 N cm-2. Kemapuan kantong tanam menahan air sebesar 3642,70 % pada perlakuan T1. Ketahanan kantong tanam organik terhadap tetesan air hujan pada ketinggian 30 cm dengan volume air 1449,99 cm3. Besarnya Energi Kinetik 4,07 x 10 –4 Joule. Pengujian kimia pada minggu kelima nilai C organik sebesar 24,7 %, N total 0,98 % dengan C/N ratio kantong organik sebesar 25,2 % , pH kantong sebesar 9,27. Ketahanan kantong tanam organik ditunjukkan dengan kemapuan akar menembus kantong tanam organik pada umur 35 hari.

 

Kata kunci: eceng gondok, kantong tanam organik

Downloads

Published

2012-01-20

Issue

Section

Articles