STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS LEATHER DENGAN METODE LEAN SIX SIGMA DAN FUZZY FMEA (STUDI KASUS DI SUMBER REJEKI)

Rindha Ayu Roesmasari, Imam Santoso, Sucipto Sucipto

Abstract


Kegagalan produk mengandung unsur ketidakpastian yang disebabkan selama proses produksi berlangsung. Metode Lean Six Sigma diharapkan mampu mengidentifikasi waste yang terjadi pada proses produksi dan mendapatkan kategori waste yang berpengaruh pada kualitas kulit samak. Metode FMEA diintegrasikan dengan metode fuzzy untuk mendapatkan prioritas tindakan perbaikan yang lebih baik. Terdapat 8 jenis cacat kulit samak dan 4 jenis cacat prioritas, sekaligus menjadi CTQ yaitu open grain, snei, fish eyes, dan cracking. Metode FMEA menghasilkan nilai RPN tertinggi yaitu open grain dengan nilai 576 dan nilai RPN tertinggi kedua 448 dari jenis cacat fish eyes. Jenis cacat cracking juga memiliki nilai RPN sebesar 448. Fuzzy dapat mengeliminasi nilai RPN yang sama dan menentukan tindakan perbaikan prioritas


Keywords


Analytical Hierarchy Process; Failure Mode and Effect Analysis; Fuzzy Logic

Full Text:

PDF

References


Basjir, M., Supriyanto, H., dan Suef, M. 2011. Pengembangan Model Penentuan Prioritas dan Rekomendasi Perbaikan Terhadap Mode Kegagalan Komponen dengan Metodologi FMEA, Fuzzy, dan TOPSIS yang terintegrasi. UPT Perpustakaan ITS. Surabaya.

Bourdoucen, H., Al-Azani, F. dan Al-Naamany, A. 2013. Study of fuzzy logic-based controller for diff-serv bandwidth broking. Journal of Computing and Information Technology, 21(1), hal. 1–11. doi: 10.2498/cit.1002128.

Gaspersz, V. 2012. All In One Management Toolbook, Contoh Aplikasi Pada Bisnis dan Industry Modern. Jakarta: Gramedia pustaka utama.

Gaspersz, V., and Fontana, A. 2011. Lean Six Sigma for Manufacturing and Service Industries. Vinchristo Publication. Bogor.

Kusumadewi, S., dan Purnomo, H. 2010. Aplikasi Logika Fuzzy untuk Pendukung Keputusan. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Novina, L. 2008. Analisa Kegagalan Pada Proses Produksi Susu Cair Indomilk dengan Root Cause Analysis (RCA) dan Grey FMEA. [Skripsi]. Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.

Puspitasari, N. B., dan Martanto, A. 2014. Penggunaan FMEA dalam Mengidentifikasi Resiko Kegagalan Proses Produksi Sarung ATM (Alat Tenun Mesin) (Studi Kasus PT ASAPUTEX Jaya Tegal). J@TI Undip, IX(2): 93–98.

Roesmasari, R. A. 2017. Penerapan Lean Six Sigma dan Fuzzy FMEA dan Fuzzy AHP dalam Meningkatkan Kualitas Produk Leather (Studi Kasus di UD. Sumber Rejeki Magetan). [Tesis]. Pascasarjana Teknologi Industri Pertanian. Universitas Brawijaya.

Sukwadi, R., Wenehenubun, F. dan Wenehenubun, T. W. 2017. Pendekatan Fuzzy FMEA dalam Analisis Faktor Risiko Kecelakaan Kerja. Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 6(1): 29–38.

Suryana. 2010. Metode Penelitian Model Praktis Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.

Setyawan, Y. P. P., Handayani, N. U., dan Suliantoro, H. 2017. Analisis Pemborosan (Waste) Material Pada Proses Produksi Aqua Kemasan 240 ml di PT. Tirta Investama Klaten. Industrial Engineering Online Journal, 6(2): 1-9.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jtp.2018.019.03.5

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Teknologi Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.